Cuplikan All It Dies 1

“Jarang-jarang loh, Kak Nuwu jomblo.”
Aku terkekeh. “Kak Fatma pasti bosan digombalin mulu.”
“Kak Nuwu yang putusin.”
“Kok bisa?” Aku melongo. “Kak Fatma kan cantik. Orangnya asyik lagi.”
“Ada banyak hal yang lebih penting dari itu semua, Wunge.”
“Kok pian jadi bijak? Kerasukan jin beriman ya?”
Ia mencubit hidungku gemas dan tertawa bersamaku.
“Wunge nggak yakin Kak Nuwu yang mutusin. Kronologi yang tepat pasti gini. Kak Fatma mergokin Kak Nuwu sama cewek lain, terus dia jealous. Pipi Kak Nuwu ditampar, terus Kak Fatmanya nangis. Putus deh.”
“Dih, sinetron banget.”
“Tapi benar kan? Kakak nggak pernah tahan macarin satu cewek doang?”

Pos blog pertama

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini. Jika Anda membutuhkan bantuan, bertanyalah kepada orang-orang yang ramah di forum dukungan.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑